IDI dan BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Tunda Ke Dokter Umum Kecuali Untuk Beberapa Kriteria Ini

Tarakan – Melihat perkembangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota
Tarakan yang saat ini telah menjadi Local Transmitted, IDI Cabang Tarakan dan BPJS Kesehatan
didukung oleh Pemerintah Kota Tarakan mengimbau masyarakat untuk menunda berobat ke
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terkecuali untuk beberapa kondisi yang dianjurkan
oleh IDI.
“Sebagai upaya meminimalisir kontak dan risiko penularan yang bisa terjadi di FKTP baik dengan
tenaga medis maupun dengan sesama pasien yang berkunjung, masyarakat diimbau untuk
menunda berobat ke dokter umum jika tidak terdapat kondisi yang dianjurkan oleh IDI” ujar ketua
IDI Cabang Tarakan, Sigit Prastyanto.
Adapun beberapa kriteria kondisi yang disampaikan oleh IDI Cabang Tarakan antara lain; Demam
lebih dari 2 hari dan sudah minum obat penurun panas, namun panas masih naik turun, bayi atau
balita yang mengalami kejang demam, mengalami kecelakaan dan atau menderita luka robek
dengan perdarahan, mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh adanya muntah, diare yang tidak
teratasi dengan obat rumahan maupun larutan oralit, mengalami sesak nafas yang tidak bisa
diatasi dengan obat yang biasa digunakan, mengalami kesakitan yang sangat di bagian tubuh
tertentu yang membutuhkan obat pereda sakit, mengalami bentol atau biduran di seluruh tubuh,
bengkak di mata dan bibir, anak tidak mau makan dan minum, mengalami perdarahan yang
banyak.
“Selain beberapa kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tinggal dirumah. Dan bila harus
ke dokter, gunakanlah masker dengan benar dan ikuti setiap instruksi petugas di fasilitas
kesehatan” terang Sigit.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Wahyudi Putra Pujianto saat ditemui tim Jamkesnews
menjelaskan bahwa saat ini peserta JKN-KIS yang hendak berobat ke FKTP diminta untuk
mengoptimalkan sistem antrean online dan fitur konsultasi dokter pada aplikasi Mobile JKN.
“Saat ini BPJS Kesehatan telah mengembangkan sistem antrean online yang dapat diakses oleh
peserta dengan mudah melalui Mobile JKN. Peserta yang akan berobat ke FKTP dapat terlebih
dahulu mendaftar secara online melalui Mobile JKN untuk mendapatkan nomor antrian di FKTP
tempat dirinya terdaftar” jelas Wahyudi.
Wahyudi kemudian menambahkan, bagi masyarakat yang mengalami gejala sakit diluar kondisi
yang tidak sesuai dengan kriteria IDI juga dapat menggunakan layanan konsultasi secara online
melalui aplikasi Mobile JKN lewat fitur Konsultasi Dokter.
“Saat ini sudah ada 9 Dokter Prakter Perorangan (DPP) yang sudah memanfaatkan fitur
Konsultasi Dokter sebagai sarana konsultasi online dengan peserta. Peserta JKN-KIS dapat
memanfaatkan fitur tersebut sebagai upaya mengurangi kontak langsung. Jadwal konsultasi
online dapat di cek melalui aplikasi Mobile JKN peserta JKN-KIS masing-masing” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, saat ini sudah ada 9 DPP di Kota Tarakan yang dapat melakukan
konsultasi secara online yaitu dr. Asnawi, dr. Joko Haryanto, dr. Kosala Tri Rinaryanto, dr. Rozi

Djoko Arfiono, dr. Dessy Yulistiana, dr. H. Dedy Syapramsyah, dr. Dwi Utari Prihastuty, dr. Made
Bagiarta, dan dr. Sri Wahyu Ekowati. (OM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.