Pengurus Wilayah Japnas Kaltara Periode 2017-2022 Resmi di Lantik

Usung Tema 'Sinergi Bisnis Internasional di Posisi Strategis Perbatasan'

foto bersama usai pelantikan PW Japnas Kaltara senin 18 Desember 2017
Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas)  Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masa bakti 2017-2022 sukses dilaksanakan pada Senin (18/12/2017) kemarin di Swiss Belhotel Tarakan dan  mengukuhkan Akhid Ubaidillah sebagai Ketua Umum.

Di pelantikan yang mengusung tema ‘Sinergi Bisnis Internasional di Posisi Strategis Perbatasan’ ini, turut dihadiri oleh beberapa Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah dari DKI Jakarta, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya ketua umum PW Japnas Kaltara Akhid Ubaidillah berharap agar para pengusaha bisa bersinergi satu sama lain untuk mengembangkan usahannya.

“Minimnya akses atau jaringan baik antar pengusaha asal dinilai masih menjadi kendala yang sering dialami para pengusaha termasuk pengusaha di Kaltara. Kondisi tersebut menjadi dasar pengusaha di Kaltara perlu bersinergi mengembangkan akses dan jaringan usaha melalui organisasi Japnas” ungkapnya.

Ketua Japnas ini menyatakan, jaringan pengusaha nasional memiliki tujuan untuk mendorong para pengusaha dalam negeri bisa lebih berkembang dan memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi tantangan dan persaingan usaha.

“Terlebih saat ini tingkat persaingan usaha semakin ketat seiring dengan diberlakukannya perdagangan bebas MEA. Japnas juga ingin mendorong jejaring para pelaku usaha untuk lebih mandiri, dan berdaya saing,” terangnya.

Sedikit mengenal tentang

Didirikan pada 2015, Japnas adalah perhimpunan Jaringan Pengusaha Nasional yang independen dan berkomitmen untuk memajukan serta mensejahterakan bangsa Indonesia.

Japnas meyakini perlu adanya perubahan paradigma ekonomi bangsa yang berbasis konsumsi menjadi bangsa berbasis produksi. Berangkat dari keyakinan tersebut, diperlukan sebuah jaringan pengusaha yang mampu bekerja sama meningkatkan daya saing, produksi dalam negeri serta mengelaborasi semua elemen kekuatan bangsa untuk bahu membahu menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing tinggi dan bersama memperjuangkan kemakmuran Indonesia.

Visi

Membangun masyarakat mandiri berbasis produksi menuju Indonesia Sejahtera 2030.
Mendorong paradigma produsen yang berdaya saing global demi kemakmuran bangsa.

Misi

Meningkatkan kemampuan inovasi, produksi dan daya saing pengusaha nasional sebagai Garda Ekonomi Nasional.

Tata Nilai

  • Kekeluargaan
  • Persaudaraan
  • Sinergi

Untuk Kesejahteraan Bersama dan Kemakmuran Bangsa

Leave A Reply

Your email address will not be published.