Di Tarakan Kini Telah Hadir “Bilkis Art ” Bengkel Furniture Ukiran Kayu

Kalo anda memiliki daun pintu kayu bekas, jangan dibuang dulu, sebab bisa menjadi sebuah pintu yang bernilai jual tinggi loh.

Ya, di sebuah bengkel mebel atau Furniture, di kota Tarakan, Kalimantan Utara, pintu kayu bekas yang sudah tak terpakai dan usang, akan diukir dengan berbagai motif beragam hingga pahatan Etnik, yang akhirnya membuat daun pintu menjadi terlihat manarik dan bila dijual bisa mencapai tujuh juta rupiah.

Di bengkel membel bernama Bilkis Art, yang terletak dibilangan jalan Bismillah, Kelurahan Kampung Satu, Tarakan Tengah, kota Tarakan, Kalimantan Utara, daun pintu yang sudah tidak terpakai dan dalam kondisi rusak serta usang, oleh pak Tony seorang pemahat dari Jepara, bisa disulap menjadi bagus dan lebih cantik.

Daun pintu terlebih dahulu dibersihkan, lalu setiap panel yang akan diukir dilukis berbagai motif, seperti daun, bunga matahari dan pakis, serta ada juga ukiran Etnik seperti Majapahit, Jawa, Kalimantan dan Bali.
kemudian dipahat dengan berbagai ukuran pahat. hasilnya setelah enam hari dikerjakan, daun pintu terlihat cantik dan menarik.

Tidak hanya membuat dan menerima perbaikan daun pintu dan jendela bekas kembali jadi cantik. Bersama sang pemilik bengkel , Mustari, mereka memanfatan kayu limbah, seperti batang pohon bekas tebangan warga untuk dibuat menjadi i meja dan kursi cantik dengan pahatan motif menarik.

Ditemui dibengkel mebelnya, rabu (19/09/2018), Mustari menjelakan, tidak hanya sebatas daun pintu dan jendela saja yang bisa diukir, kursi-kursi kayu yang polos bisa juga diberi ukiran menarik, “untuk motif ukiran diatas media kayu dibuat sesuai keinginan konsumen, boleh motif tumbuhan dan binatang atau motif lainya, untuk harga baik upah atau penjualan dilihat dari tingkat kerumitan ukiran itu sendiri” ujar Ari.

Lebih jauh mustari menjelaskan, ide membuka jasa ukir dan melayani pemesaan furniture berukir baru ditekuni dua bulan trakhir, muncul karena keperihatinan masih banyaknya konsumen yang kecewa dengan barang yang dijual dimedia online, tidak sesuai dengan pemesanan.

Dan dengan adanya bengkel ukir masyarakat Tarakan dan Kaltara tidak perlu lagi jauh-jauh memesan furniture keluar daerah yang tentunya juga meringankan ongkos pengiriman, harapnya.

Karena unik, hasil karya mereka bisa dijual mencapai tiga ratus persen, daun pintu yang awalnya polos hanya dihargai kurang lebih dua juta rupiah, kini setelah diukir dijual mulai harga lima juta hingga tujuh juta rupiah. Untuk meja dari batang pohon dijual lima hingga enam juta rupiah, tergantung tingkat kerumitan motif sesuai keinginan konsumen.

Untuk pemasaran baru sebatas lokal tarakan, khususnya kalimantan utara, dan bagi masyarakat yang tertarik merubah furniture usang menjadi cantik atau ingin melihat furniture lainya yang dipasarkan, bisa menghubungi Mustari, atau melihatnya di media sosial pada Facebook @Aribadaiutara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.