Tenaga Medis Wajib Pakai APD Minimal Level 1

Ilustrasi

Rabu (25/6) terjadi karena kasus konfirmasi positif sebanyak 9 orang. Tambahan 4 orang tenaga medis, 4 awak kapal KM Fuen, dan 1 ibu pengiriman. Seluruh tambahan kasus ini terjadi di Tarakan. Sepekan ke belakang hingga tanggal 18 Juni juga terjadi 8 kasus konfirmasi positif.

GTPPC19 Provinsi Kaltara mencatat, mengumpulkan kasus positif Covid-19 di Kaltara telah mencapai 188 orang. Berdasarkan pelacakan kontak, tambahan kasus ini dipicu transmisi lokal dan perpindahan orang masuk dari luar Kaltara. Transmisi lokal menambah sampel positif terhadap jumlah tenaga medis yang ditambahkan di lapangan.

“Tenaga kesehatan memang beresiko besar. Sampel tambahan tenaga mereka langsung berhadapan. Jadi tidak bisa dicegah 100 persen, Hindari mereka pakai alat pelindung diri sudah maksimal. Mungkin sekali-kali ada kelengahan, ”kata Agust. 

Adanya transmisi lokal dengan tenaga kesehatan menjadi korban publikasi virus corona, buat pusat layanan kesehatan dan rumah sakit rujukan di Kaltara semakin memperketat dan selektif melakukan pelayanan. Sejak kasus konfirmasi positif Covid-19 perdana di Kaltara, rumah sakit mengambil langkah-langkah protokol ketetapan yang cepat. Petugas yang berhadapan langsung dengan pasien mulai dari petugas pendaftaran, sampai ke layanan lainnya, sekarang memakai APD minimal level 1. 

APD level 1 menggunakan masker dan sarung tangan karet. Level II ditambah faceshield. Level III memakai APD lengkap. Dan semenjak ada kasus konfirmasi positif, tenaga kesehatan yang diminta Covid-19 hanya bisa melakukan penanganan di ruang isolasi, tanpa jaminan pasien umum. Mereka bahkan menyediakan tempat khusus untuk isolasi mandiri. 

“Itu sudah ada protap yang ditentukan Kemenkes dan harus dipatuhi tenaga kesehatan. Alur-alur layanan juga sudah disusun disusun agar masyarakat, pasien umum, pengunjung, dan tenaga medis aman. Selain kompilasi yang dinyatakan positif di situ ada pengetatan SOP dari biasanya, ”katanya. 

Meskipun demikian, gugus tugas mengimbau seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit tujuan serta fasilitas kesehatan lainnya di Kaltara lebih meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan standar prosedur penggunaan APD sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. “Juga harus memperhatikan faktor risiko lain agar dapat terhindar dari transmisi, terutama dari pasien yang diberikan transfer. Juga bagi seluruh masyarakat kami imbau agar selalu berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan, ”katanya. 

Melalui Agust, GTPPC19 Kaltara menyampaikan perwakilan beberapa tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. “Semoga cepat disembuhkan. Begitu juga terhadap semua pasien yang saat ini masih dinyatakan positif. Kepada tenaga kesehatan agar tetap menjalankan tugas, tingkatkan kewaspadaan dan menerapkan SOP APD dengan sangat teliti, ”tutupnya. (humas)

Leave A Reply

Your email address will not be published.