Pemda Tolitoli Menunggu Peran Aktif IAI untuk Turut Menentukan Arah Pembangunan

Tolitoli – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai wadah dari para arsitek yang menjalankan profesinya mempunyai berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam memberikan pelayanan jasa arsitek sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2017 tentang Arsitek. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak dalam praktek pelayanan jasa Arsitek secara profesional, agar dapat menjawab tantangan dan persaingan pasar.

Upaya tersebut dilakukan melalui Proses Pendidikan Profesi, Pemegang dan Sertifikat Keahlian. Hal itulah yang mendasari IAI Sulawesi Tengah  memberlakukan kewajiban bagi para anggotanya untuk mengikuti penataran Keprofesian berstrata.  Hal ini, di ungkapkan oleh Ketua Panitia Penataran Keprofesian Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Robbi Rustam pada acara pembukaan Penataran Keprofesian Ikatan Arsitek Indonesia yang dilaksanakan di Meeting Room Hotel Mitra Utama Tolitoli, Sabtu (15/2).

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Taswin, IAI pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan yang untuk pertamakalinya dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli ini bertujuan untuk membina sumber daya arsitek di wilayah Tolitoli dan Buol, yang selama ini belum bisa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Kota Palu oleh Pengurus Provinsi.

Taswin berharap agar kedepannya dapat terbentuk kepengurusan IAI di Wilayah Tolitoli – Buol yang memiliki potensi Sumber Daya Arsitek yang mampu berperan dengan baik dalam Pembangunan Nasional maupun dalam memasuki pasar global.

Bupati Tolitoli yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Hi. Najaruddin Lanta SH.,MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Arsitek merupakan perpaduan antara seni dan teknologi, di mana keduanya selalu mengalami perubahan, kemajuan dan pengembangan.

“Ikatan Arsitek Indonesia sangat ditunggu perannya dalam turut menentukan arah pembangunan, serta menciptakan orang-orang yang maju dengan berkemampuan dalam merancang teknologi-teknologi terkini dalam lingkungan binaan yang integratif namun persuasive” terangnya.

Bupati mengharapkan agar para arsitek dapat menjaga, memelihara, meningkatkan dan menambah pengetahuan dan keterampilan serta terus mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan arsitektur terkini.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Unsur Forkopimda, sejumlah pejabat Pemda serts Ketua IAI Sulawesi Tengah dan diikuti oleh seluruh profesi arsitek yang ada di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. (humas/pst)

Leave A Reply

Your email address will not be published.